Senin, 02 Mei 2022

cara jual cake dan pengertian dan toko dan Greenville Cake dan Kost Sekretariat dan central park


BAB 2

 

                                                            DATA DAN ANALISA

 

 

 

 

2.1 Data & Literatur

 

Data dan literatur lainnya sangat mendukung kegiatan perancangan ulang identitas visual kali ini. Data dan informasi lainnya semuanya berhubungan dengan sejarah cokelat hingga berita yang berhubungan dengan Dapur Cokelat, yang diperoleh dari berbagai buku, artikel elektronik berupa website, kuesioner serta wawancara terhadap instansi Dapur Cokelat.

 

 

 

2.2 Hasil Survey Lapangan

 

Hasil survey lapangan meliputi hasil wawancara Pak HRD atau Bu HRD pemlik toko greenville cake, yang menangani Business Development dan Delivery Department dari Dapur Cokelat serta karyawan-karyawati di seluruh outlet Dapur Cokelat.

 

 

 

Hasil wawancaranya berupa :

 

a. Pemilik Dapur Cokelat adalah Ibu dan Bapak.

 

b. Visi dan misi Dapur Cokelat adalah memperoleh laba dan berusaha untuk memberikan produk maupun layanan yang terbaik bagi konsumen.

c. Konsep dapur yang digunakan adalah konsep dapur yangsemi modern.

d. Target pasar berkisar antara umur 20 hingga 40 tahun (pria dan wanita).


 

 

Hasil survey lapangan juga didukung dengan kuesioner yang dilakukan oleh penulis kepada 50 responden, dengan hasilnya adalah :

a. 44% mengatakan logo Dapur Cokelat terdahulu kurang menarik.

b. 40% mengatakan logo Dapur Cokelat terdahulu cukup menarik.

c. 12% mengatakan logo Dapur Cokelat terdahulu biasa-biasa saja.

d. 4% mengatakan tidak peduli dengan logo Dapur Cokelat.

 

 

 


45

40

35

30

persentase 25

20

15

10

5

0


 

 

 

 

 

 

 

 

 

pendapat hasil survey


 

 

kurang menarik biasa saja cukup menarik tidak peduli


 

 

 

Persentase hasil suvery di atas telah mendapatkan pembulatan untuk memudahkan perhitungan. Dari hasil survey tersebut dapat disimpulkan bahwa

44% yang mengatakan kurang menarik ditambah dengan 12% yang mengatakan biasa - biasa saja ditambah lagi dengan 4% tidak peduli menghasilkan 60% bahwa logo Dapur Cokelat butuh dirancang ulang. Perancangan ulang identitas Dapur Cokelat mencakup logo hingga pengaplikasiannya ke berbagai media agar menjadi konsisten.

 

 

 

2.3 Sejarah Tentang Cokelat

 

Kata cokelat berasal dari xocoatl (bahasa suku Aztec) yang berarti minuman pahit. Rasa asli biji cokelat sebenarnya pahit akibat kandungan alkaloid. Tak hanya sebagai campuran minuman, biji cokelat juga dihargai sangat tinggi oleh


 

 

mereka sehingga dijadikan sebagai alat tukar (mata uang). Suku Aztec dan Maya di Mexico percaya bahwa Dewa Pertanian telah mengirimkan cokelat yang berasal dari surga kepada mereka. Menurut kepercayaan suku Maya, cokelat adalah makanan para Dewa. Mereka menggunakan kakao untuk persembahan para Dewa dan dikonsumsi oleh Raja dan keluarga Raja serta para pendeta. Cokelat kemudian mulai menyebar ke Perancis, Belanda dan Inggris.

Artikel Kesehatan Keluarga : Manfaat Cokelat Bagi Kesehatan

 

 

 

 

Pada tahun 1560, Indonesia mulai mengenal tanaman cokelat dan pertama kali diperkenalkan di Batavia (Jakarta). Namun baru menjadi komoditi penting sejak tahun 1951. Pemerintah Indonesia mulai menaruh perhatian dan mendukung industri kakao pada tahun 1975. Tanaman  tropis tahunan ini berasal dari Amerika Selatan.

Bapak nomenklatur botani, Carolus Linnaeus, telah memberi nama genus dari tanaman kakao Theobroma Cacao, yaitu Theobroma yang berarti makanan dari Dewa.

Di bawah ini merupakan klasifikasi botani tanaman kakao :

 Divisi                                    : Spermatophyta Sub Divisi                                     : Angiospermae 

Kelas                                     : Dicotyledonae 

Keluarga                               : Sterculiaceae 

Genus                                   : Theobroma

Spesies                             : Theobroma Cacao L

 

http://warintek.progressio.or.id/perkebunan/coklat.htm

 

Cokelat tersedia dalam berbagai jenis, yaitu :

 

a. Cokelat Bubuk

 

Cokelat jenis ini berbentuk tepung, mengandung sedikit lemak, dan rasanya pahit. Banyak jenis kue yang diolah dengan campuran cokelat jenis ini.

b. Cokelat Pahit Batangan

 

Rasa cokelat jenis ini sangat kuat. Para pembuat kue suka menggunakannya karena memudahkan mereka untuk mengontrol rasa manis dan aroma cokelat pada produk.

c. Cokelat Manis

 

Sesuai namanya, cokelat ini berasa manis karena mengandung sedikit gula. Sementara kandungan cokelatnya sekitar 50%.

d. Cokelat Susu

 

Cokelat yang satu ini pasti disukai anak-anak karena bisa langsung disantap dengan rasa yang manis dan lembut karena mengandung susu. Jika Anda hendak membikin kue, cokelat jenis ini bukanlah pilihan yang baik. Selain kandungan cokelatnya relatif sedikit, cokelat ini mudah hangus bila dilelehkan.

e. Cokelat Keping

 

Kalo Anda hendak membuat muffins, cokelat ini perlu Anda beli. Jangan khawatir, cokelat berbentuk butiran-butiran kecil ini akan tetap bagus walau dipanggang dalam oven.

f. Cokelat Putih

 

Cokelat ini terbuat dari lemak, gula, dan vanili. Ia tak mengandung cokelat padat. Karena mudah hangus, masaklah dengan hati-hati.


 

 

Kakao Indonesia dikenal di pasar dunia sebagai kakao kualitas asalan. Namun demikian, kakao tersebut tetap dibutuhkan sebagai bahan baku penting bagi industri makanan cokelat  dan kosmetika. Predikat kualitas asalan sering kali dikaitkan dengan cara pengolahan di tingkat petani yang masih serampangan. Setelah dikeluarkan dari kulit buahnya, biji kakao langsung dijemur tanpa difermentasikan lebih dulu, karena proses fermentasi membutuhkan proses waktu yang panjang, sedangkan kebutuhan petani sudah mendesak. Biji kakao yang sudah mengalami proses fermentasi akan lebih bagus kualitasnya dibandingkan dengan kakao tanpa proses fermentasi. Biji kakao yang sudah mengalami proses fermentasi tidak akan mudah mengeluarkan bau tengik, oleh karena itu harga biji kakao yang sudah mengalami proses fermentasi akan lebih mahal.

 

 

 

Jangan lekas berkecil hati jika dikatakan kakao Indonesia kurang bermutu karena kakao Indonesia dinilai masih memiliki keunggulan lain seperti butter kakao Indonesia dibilang sangat keras, sehingga sangat bagus untuk meningkatkan stabilitas cokelat agar tidak mudah meleleh.

edisi Senin, 16 Juni 2003

 

 

 

 

Kandungan Komposisi Dalam Cokelat dan Manfaatnya

 

Adapun kandungan komposisi dan pengaruhnya :

 

a. Asam Stearat (35%) dan Asam Palmitat (25%)

 

Lemak dapat menyebabkan penyakit jantung akibat peningkatan kandungan lemak dalam darah. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mentega kakao sebagai sumber lemak tidak  menyebabkan peningkatan kolesterol karena


 

 

kandungan lemak mentega kakao termasuk High Density Lipid (HDL atau lemak baik).

b. Asam Oleat (35%) dan Asam Linoleat (3%)

 

Asam Oleat dikenal sebagai asam lemak tak jenuh.

c. Gula (Sukrosa)

Asam hasil fermentasi sukrosa dapat menyebabkan pengikisan gigi. Tetapi, cokelat dapat  menetralkan asam tersebut. Selain itu cokelat mengandung asam Tannat yang dapat menghambat pembentukan plak gigi.

d. Theobromine

 

Penelitian menunjukkan bahwa Theobromine memberi  kontribusi caffeine

 

dalam jumlah sedikit.

 

e. Polyphenol

 

Cokelat mengandung Polyphenol dalam jumlah yang cukup tinggi dan bisa berfungsi sebagai antioksidan. Senyawa phenolik juga dapat menurunkan resiko penyakit jantung dengan cara mencegah oksidasi dan pengendapan senyawa lemak dalam darah pada pembuluh darah serta merusak lipoprotein Low Density Lipid (LDL atau lemak jahat)

f. Phenyletylamine

 

Phenyletylamine merupakan amphetamine yang dapat mendorong aktivitas neurotransmitter sehingga pengkonsumsi cokelat dapat lebih konsentrasi dan selalu terjaga.

g. Katekin

 

Katekin adalah antioksidan kuat yang terkandung dalam cokelat. Salah satu fungsi antioksidan adalah mencegah penuaan dini yang bisa terjadi karena


 

 

polusi ataupun radiasi. Katekin juga dijumpai pada teh meski jumlahnya tidak setinggi pada cokelat.

 

 

 

Meski sudah mengantungi hasil ilmiah yang membuktikan manfaat cokelat, namun para peneliti mengingatkan agar kita tetap hati-hati dalam mengkonsumsi cokelat, yakni asupannya tidak lebih dari 100 kalori. Kandungan gizi cokelat dapat dilihat pada tabel untuk lebih mengetahui cokelat mana yang lebih baik untuk dikonsumsi.

 

 

 

Tabel Kandungan Gizi Cokelat per 100 Gram

 

Zat Gizi

Coklat Susu

Coklat Pahit

Energi (Kal)

 

Protein (g) Lemak (g) Kalsium (mg) Fosfor (mg) Vit A (SI)

381

 

9

 

35,9

 

200

 

200

 

30

504

 

5,5

 

52,9

 

98

 

446

 

60

 

 

 

Adanya berbagai manfaat dari cokelat :

 

a. Biji buah cokelat yang telah difermentasikan menjadi cokelat bubuk, sebagai bahan untuk membuat berbagai macam produk makanan dan minuman.

b. Cokelat  mempunyai  kemampuan  untuk  menghambat  oksidasi  kolesterol

 

lipoprotein Low Density Lipid (LDL atau lemak jahat) dan meningkatkan


 

 

fungsi kekebalan tubuh, sehingga dapat mencegah risiko penyakit jantung koroner dan kanker.

c. Cokelat murni atau dark cokelat mengandung flavinoid dan polyphenol yang merupakan bahan antioksidan, yang mampu mengurangi efek penuaan dini yang bisa terjadi karena polusi ataupun radiasi.

d. Selama ini kita mengenal cokelat sebagai kudapan yang luar biasa nikmat.

 

Tetapi  sebetulnya  biji  cokelat  tak  melulu  untuk  diubah  menjadi  kudapan asyik. Biji cokelat juga bermanfaat untuk menghaluskan kulit. Bahkan juga untuk menyembuhkan rematik.

e. Dopamine  yang dihasilkan oleh cokelat dapt memunculkan perasaan senang dan perbaikan suasana hati.

Artikel Kesehatan Keluarga : Manfaat Cokelat Bagi Kesehatan

 

 

 

Cokelat memang memiliki berbagai macam manfaat positif seperti yang telah disebutkan  di  atas.  Tetapi  penambahan  bahan-bahan  pemanis  dan  penambah kaya rasa seperti gula, susu, dan mentega memang bisa menyebabkan cokelat memberikan efek kurang baik bila dikonsumsikan berlebihan. Hanya saja cokelat perlu diwaspadai, khususnya bagi orang-orang yang rentan menderita batu ginjal, kegemukan dan diabetes.

Jadi  solusinya  mudah  saja,  makanlah  cokelat  tetapi  dengan  memilih  cokelat murni atau dark cokelat dan tentunya dalam takaran yang wajar. Konsumsi 100 g cokelat akan meningkatkan ekskresi oksalat dan kalsium tiga kali lipat. Oleh


 

 

karena itu kiat sehat yang bisa dianjurkan adalah minum banyak air sehabis makan cokelat.

Artikel Kesehatan Keluarga : Manfaat Cokelat Bagi Kesehatan

 

 

 

 

Pandangan atau Budaya Masyarakat Tentang Cokelat

 

Bagi sebagian orang Valentine’ Day sangat berarti. Di hari yang katanya melambangkan  kasih  sayang  ini,  sebagian  besar  dari  mereka  akan  bertukar hadiah sebagai lambang kasih sayang. Pada perayaan Valentine yang penuh cinta dulunya identik dengan bunga. Belakangan, diimbuhi pula dengan secuil cokelat nan legit. Padahal, melongok sejarahnya, sebelum dihukum mati   Santo Valentinus meninggalkan surat untuk kekasihnya, bukannya sebatang cokelat. Tapi zaman mulai berubah, bunga pun dianggap basi. Sebagai gantinya, banyak toko kue yang menyediakan cokelat khusus untuk Valentine. Cokelat biasanya menjadi pilihan kedua setelah bunga untuk diberikan. Di sinilah peran Dapur Cokelat dalam menyediakan cokelat dalam beragam kemasan bentuk, warna dan harga.

 

 

 

 

2.4 Sejarah Dapur Cokelat

 

CONTOH Gambar 2.1

 

Dapur Cokelat, usaha kue berbahan cokelat milik dan yang dirintis sejak 28 Mei 2001. Cewek kangen yang baru lulus dari NHI


 

 

Bandung lalu bekerja di pastry shop Merchantile Club.Awalnya cewek kangen mengaku hanya seorang chocoholic alias pecandu cokelat. Ia mengatakan bahwa memakan cokelat juga ada seninya. Bukan hanya dimasukkan ke dalam mulut, dikunyah dan ditelan habis. Padahal sebenarnya menikmati cokelat yang benar adalah membiarkannya meleleh sendiri di dalam mulut. Dengan perlahan dia belajar membuat  cokelat.  Dan  setelah  bertemu  dengan cewek kangen yang  juga  kakak  kelas cewek kangen di NHI, timbullah ide untuk membuka toko kue cokelat. Sebagai langkah awal mencari pembeli, Ia menyodorkannya pada ibu-ibu anggota arisan dan usahanya mulai menuai hasil. Akhirnya perlahan bisnisnya kian berkembang. Kemasan dan hiasan ornamen-ornamen pada cakenya membuat cokelat cakenya menjadi luar biasa.

 

 

 

Dengan semakin berkembangnya Dapur Cokelat, sekarang ini Dapur Cokelat telah memiliki 4 outlet di Jakarta. Pertama adalah KH. Ahmad Dahlan pada Mei

                                                                 


 

 


 

 
 
2001, kedua adalah HOS. Cokroaminoto pada Mei 2003, ketiga adalah Wijaya pada Mei 2005 dan yang terakhir adalah Green Ville pada Februari 2007.

                             

Gambar 2.2 KH.Ahmad Dahlan                          Gambar 2.3 HOS. Cokroaminoto


 


                                               


 

Gambar 2.4 Wijaya I                                            Gambar 2.5 Green Ville
 

 

 

 

Gambar 2.5 kerja di greenvillecake jkt

Visi dan misi Dapur Cokelat adalah membuat produk serta pelayanan yang berkualitas namun dengan harga yang lebih terjangkau bagi para konsumen di samping untuk tujuan bisnis.

 

 

 

Dapur Cokelat menyediakan berbagai macam produk cokelat home made seperti aneka chocolate candy, cake, biskuit dan snack dengan kemasan menarik dan harga yang pantas. Di sini, penikmat dan konsumen dapat memilih dan memesan model cokelat sesuai keinginan dan selera. Dapur Cokelat menyediakan berbagai jenis kue cokelat dengan harga antara Rp100.000 hingga Rp560.000/loyang. Selain itu juga dijual kue cokelat serupa dalam bentuk potongan antara Rp7.500 hingga Rp9.000/potong. Di dalam ruangan yang tertata rapi dengan kombinasi warna kuning dan warna cokelat, terpajang apik kue-kue dan panganan yang terbuat dari cokelat. Dapur Cokelat memiliki interior yang modern, nyaman, namun ruangannya yang kecil hingga saat ini kurang menguntungkan bagi Dapur Cokelat. Namun pelayanan yang ramah menjadikan sebagai sebuah nilai positif bagi Dapur Cokelat. Di dalam ruangan juga terdapat meja kecil dengan seperangkat kursi. Dengan demikian para pembeli juga bisa menunggu sambil


 

 

duduk dan sekaligus bisa menikmati minuman cokelat dingin yang per gelasnya dijual dengan harga relatif murah. Yang dipentingkan di sini adalah kualitas dan pelayanan prima kepada pelanggannya. Untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada para pelanggan dan konsumen, Dapur Cokelat juga membuka delivery order hingga ke Bekasi, dan akan diperluas ke kawasan Bintaro.

 

 

 

2.5 Data Kompetitor

 

Sekarang ini sudah semakin banyak kompetitor - kompetitor lain yang juga menyediakan aneka biskuit, cake, dan snack lainnya yang semuanya terbuat dari bahan cokelat. Dengan kompetitor yang semakin banyak maka persaingan usaha juga akan semakin ketat.

 

 

 

Adapun beberapa kompetitor-kompetitor dari Dapur Cokelat di bawah ini :

 

a. Kompetitor langsung

 


 

Gambar 2.6

 

The Harvest

 

Jl. Senopati Raya No.78A Jakarta Selatan

Memiliki 4 cabang : Senopati Raya, Arteri Pondok Indah, Hang Tuah, dan

 

Menteng.


 

 

The  Harvest  menyediakan  berbagai  cake,  pastries, dan  chocolate  cookies dengan rasa yang otentik namun penampilannya yang modern.

 

 

 

b. Kompetitor tidak langsung

 

Gambar 2.7

 

Jl. Sunter Jaya III Blok A6 no.22

 

Kompleks DEPKES Sunter Jaya, Jakarta Utara

 

Khusus  untuk  mereka  yang  malas  keluar  rumah,  toko  ini  menawarkan penjualan online dari internet. Silakan klik :www.podjokcoklat.com maka pesanan Anda akan diantar ke alamat.

 

 

 

2.6 Target Pasar

 

Meskipun cokelat disukai oleh segala umur namun yang menjadi target pasar dari Dapur Cokelat adalah pria dan wanita, umur berkisar antara 20 – 40 tahun dengan kelas sosial dari kalangan menengah ke atas hingga kalangan atas. Sedangkan untuk produk cokelat praline lebih ke kalangan anak remaja (ABG), terutama saat event Valentine. Psikografi dari target pasar yang gemar dengan makanan-makanan ringan terutama yang terbuat dari bahan baku cokelat, karena cokelat merupakan makanan yang enak dan disukai hampir semua orang, serta gemar mencoba segala sesuatu yang baru dan senang mengikuti trend gaya hidup yang modern.


 

 

2.7 Analisa SWOT

 

Strength                               :

a.  Harga relatif murah dan terjangkau oleh kalangan menengah.

b. Semua produk merupakan home made.

c. Semua produk dikemas secara rapi dan unik.

 

d. Suasana dapurnya yang unik lebih menarik konsumen untuk mencoba.

e. Tempatnya yang nyaman sehingga konsumen ingin kembali untuk mengunjungi.

f. Memiliki banyak cabang dan sudah tersedia delivery service.

 

 

 

 

Weakness                          :    

a. Visual logo yang kurang mencerminkan produk.

 

b. Visual logonya yang tidak sesuai dengan suasana yang ingin dibangun.

c. Pengaplikasian logo pada materi komunikasi lainnya yang tidak konsisten.

 

 

 

Opportunity :                         

a. Sekarang ini cokelat sudah menjadi sebuah trend di kalangan masyarakat tertentu.

b. Cokelat merupakan salah satu makanan yang cukup banyak diminati oleh orang banyak.

c. Di balik pandangan negatif tentang cokelat, ternyata cokelat memiliki khasiat yang baik bila dikonsumsi tidak berlebihan.


 

 

Threat                                :

a. Banyak kompetitor-kompetitor lain yang memiliki konsep yang tidak kalah unik dan menarik.

b. Banyak cokelat yang dijual di pasaran dengan harga yang relatif murah.

c. Sebagian besar masyarakat hanya mengenal nama Dapur Cokelat namun tidak pernah datang dan mencoba produk cokelatnya.

d. Masih ada saja padangan negatif tentang cokelat.

 

e. Nama Dapur Cokelat yang lokal kurang dilirik karena masyarakat saat ini cenderung memilih produk dari luar negeri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar